Batu Empedu

Penyakit batu empedu ternyata sudah dikenal sejak zaman Babylonia, kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi. Hal ini diketahui melalui muni yang diidentifikasi memiliki batu empedu. Pada abad ke -14 seorang dokter dari Italia, Gentile de Foligna untuk pertama kalinya memaparkan batu empedu pada pasien pria.

batu-empedu

Batu empedu bukanlah penyakit baru. Hanya saja dengan semakin majunya teknologi kedokteran, penyakit batu empedu semakin mudah diungkap. Pasien batu empedu ternyata sangat banyak. Misalnya, di negara Amerika Serikat, sekitar 12% penduduk dewasa atau sekitar 20 juta jiwa menderita batu empedu. Dari jumlah tersebut, pasien wanita tiga kali lebih banyak dibandingkan pria. Setiap tahun, sekitar 1 juta pasien batu empedu baru ditemukan. Setiap tahun, 500.000 pasien batu empedu baru ditemukan. Setiap tahun, 500.000 pasien batu empedu menjalani operasi pengangkatan batu empedu (kolesistektomi laparoskopi) dengan total biaya sekitar 4 triliyun dollar.

Di Eropa dan Amerika Utara, angka kejadian batu empedu 15%. Di Inggris, berdasarkan penelitian menggunakan USG, dilaporkan ada 6,9 – 8% populasi dewasa yang menderita batu empedu. Hal in berarti ada 4,1 juta pasien batu empedu. Jumlah pasien batu empedu di Indonesia belum diketahui karena belum ada studi mengenai hal tersebut.

Dilaporkan bahwa dari 11.840 otopsi, ditemukan 13,1 % pria dan 33,7% wanita menderita batu empedu. Artinya, wanita mempunyai potensi menderita batu empedu 2,6 kali lebih banyak dibandingan pria. Ada beberapa faktor risiko yang memudahkan seseorang terkena penyakit batu empedu di kemudian hari. Antar lain : umur, faktor genetik, kegemukan, diet tinggi lemak-rendah serat, kehamilan, peningkatan kadar lemak darah, penyakit kencing manis dan obat penurun lemak (misalnya clofibrate).

Semakin meningkat usia seseorang, semakin besar risikonya untuk mengidap batu empedu. Batu empedu jarang ditemukan pada seseorang dengan usia kurang dari 20 tahun. Di Inggris, pada kelompok usia 30 tahun angka kejadian batu empedu tidak sampai 5%. Seiring dengan peningkatan umur, pada kelompok usia 70 tahun angka kejadiannya mencapai 30%. Batu empedu tidak biasa ditemukan pada orang yang berusia kurang dari 20 tahun (1%), lebih sering dalam kelompok usia 40-60 tahun (11%) dan ditemukan sekitar 30 % pada orang yang berusia di atas 80 tahun.

Batu empedu memperlihatkan vairasi genetika dan lingkungan juga. Kecenderungan membentuk batu empedu bisa berjalan dalam keluarga. Empedu yang disupersaturasi dengan kolesterol bertanggung jawab bagi lebih dari 90% batu empedu. Sebagian besar batu empedu merupakan batu kolesterol campuran yang mengandung paling sedikit 75% kolesterol berdasarkan berat serta dalm variasi jumlah fosfolipd, pigmen empedu, senyawa organik dan inorganik lain.

 

Posted in Batu Empedu | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Batu Empedu Gejala

Batu Empedu Gejala Empedu adalah salah satu jenis cairan yang terkandung didalam kantung empedu dengan perannya sebagai pencernaan lemak. Dan jika cairan ini mengeras, maka akan membentuk batu empedu. Ukuran dari batu empedu bervariasi. Ada yang ukurannya sekecil butiran pasir dan ada juga yang ukurannya sebesar bola pingpong. Dan jumlah batu yang terbentuk didalam kantung empedu juga biasanya bermacam-macam. Misalnya adalah ada yang memiliki hanya 1 buah batu empedu, dan bahkan ada yang banyak.

Penyebab dari batu empedu diduga terbentuk karena adanya pengerasan dari kolesterol yang menumpuk didalam cairan empedu. Dan hal ini bisa terjadi akibat adanya ketidakseimbangan dari kolesterol dengan senyawa kimia yang ada didalam cairan tadi. Batu empedu biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, jadi penanganan khusus tidak perlu dilakukan. Namun jika batu empedu ini sudah menyumbat saluran kantung empedu, maka penderitanya akan merasakan sakit dibagian kanan perut yang datang dengan mendadak dan istilah medisnya dikenal dengan kolik biller.

Dibawah ini akan kami jelaskan apa saja yang menjadi pemicu terjadinya batu empedu :

  1. Faktor usia
    Resiko dari terjadinya batu empedu biasanya akan semakin bertambah seiring dengan usia. Dan penyakit ini biasanya dialami oleh mereka yang sudah berusia 40 tahun ke atas.
  2. Jenis kelamin
    Resiko wanita untuk mengalami batu empedu gejala biasanya 2 kali lebih besar daripada pria.
  3. Dampak melahirkan
    Wanita yang sudah pernah melahirkan memiliki resiko yang lebih besar. dan penyebab yang kemungkinan terjadi karena peningkatan dari kadar kolesterol karena adanya suatu perubahan dari hormon selama masa kehamilannya.
  4. Pengaruh berat badan
    Resiko yang akan terjadi semakin meningkat jika anda mengalami masalah berat badan berlebih atau obesitas.

Batu Empedu Gejala

Batu Empedu Gejala

Batu Empedu Gejala

Batu empedu biasanya tidak meniimbulkan penyakit. Batu empedu gejala hanya muncul jika memang batu ini sudah menyumbat bagian saluran kantung empedu dan juga saluran pencernaan yang lain. Dan batu empedu gejala yang paling utama biasanya akan terasa sakit dibagian perut yang datang dengan tiba-tiba atau yang lebih dikenal dengan kolik biller. Dan rasa sakit ini biasanya akan menyerang beberapa bagian perut. Misalnya adalah dibagian tengah perut atau juga dibagian atas, kanan perut. Selain itu rasa sakit ini pun akan semakin menyebar menuju ke sisi tubuh atau juga pada tulang belikat.

Batu empedu gejala ;

  1. Batu empedu gejala akan muncul kapan saja
  2. Batu empedu gejala bisa berlangsung dalam waktu beberapa menit dan bahkan berjam-jam
  3. Bukan hanya berkurang walaupun sudah ke toilet, buang gas, atau muntah
  4. Frekuensi dari kemunculannya memang jarang namun bisa dipicu dari makanan dengan kandungan lemak yang tinggi.

Jika batu empedu gejala menimbulkan terjadinya penyumbatan di salah satu pada saluran pencernaan, maka batu empedu dengan gejala bervariasi bisa muncul seperti misalnya :

  1. Sakit perut yang terjadi terus menerus atau juga selalu datang hilang
  2. Demam tinggi
  3. Sakit kuning
  4. Detak jantung yang kencang dan cepat
  5. Nafsu makan menurun
  6. Gatal gatal di kulit
  7. Mual dan muntah

Dan sangat penting untuk Anda berhati-hati mengenai kolik biller meskipun gejala yang dialami sepele dan tidak terjadi dengan konsisten. Dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika memang Anda mengalami sakit perut yang sangat hebat yang berlangsung dalam waktu lebih dari 8 jam, mengalami sakit kuning, dan juga demam.

Peningkatan dari kewaspadaan dan juga pemantauan yang dilakukan dengan teratur bisa menjadi suatu rekomendasi paling utama untuk bisa menangani masalah ini. Dan jika batu empedu tidak menunjukkan suatu gejala apapun didalam kehidupan Anda, maka biasanya dokter tidak akan menganjurkan suatu intervensi medis.

Namun jika memang Anda mempunyai resiko penyakit yang lain yang bisa meningkatkan peluang dari terjadinya komplikasi, maka Anda sangat dianjurkan untuk melakukan pengobatan. Dan jenis penyakit yang dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi batu empedu adalah misalnya seperti sirosis hati, penyakit diabetes, dan hipertensi portal atau penyakit darah tinggi yang menyerang hati.

Jika Anda mempunyai masalah dengan batu empedu, dan disertai dengan kalsium yang tinggi didalam kantung empedunya, maka langkah pengobatan yang akan dianjurkan adalah penanganan medis. Hal ini karena kombinasi antara batu empedu dengan kalsium yang tinggi bisa beresiko mengakibatkan penyakit kanker kantung empedu jika hal ini dibiarkan.

Pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan merubah pola makan dan melakukan diet menurunkan berat badan untuk mereka yang mengalami masalah obesitas sehiingga bisa membantu pencegahan. Dan batu empedu diduga juga terbentuk karena adanya pengerasan dari kolesterol yang menumpuk didalam cairan empedu. Oleh karena itulah, sebaiknya terapkanlah pola makan sehat dan seimbang dan hindarilah mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan juga kolesterol tinggi didalamnya. Hindari makanan-makanan dibawah ini :

  1. Makanan yang mengandung santan, rendang, kolak, dan ketupat sayur
  2. Makanan yang mengandung minyak misalnya gorengan
  3. Makanan yang terbuat dari jenis kacang-kacangan misalnya sambal kacang serta kuah sate
  4. Kue dan juga cemilan keripik

Batu Empedu Gejala

Posted in Batu Empedu | Tagged , , , , | Leave a comment

Obat Batu Empedu Alami

Obat Batu Empedu AlamiBatu empedu adalah salah satu kondisi penyakit yang ditandai dengan kantong empedu yang terbentuk karena adanya kristalisasi pada cairan empedu yang penyebabnya lebih sering disebabkan karena infeksi kuman pada sistem pencernaan. Kantong empedu merupakan organ kecil yang bentuknya mirip seperti buah pir dan letaknya berada dibawah hati, dan biasanya terletak dibagian perut kanan sebelah bawah. Kantong empedu terisi dengan cairan empedu yang bentuk cairannya mirip dengan lendir warna kuning agak kehijauan.

Batu Empedu dan Cara Mengobatinya

Untuk penyakit batu empedu memang tidak menunjukkan gejala tertentu . dan kondisi dari si penderita biasanya mirip seperti penyakit lainya. Misalnya adalah seperti penyakit jantung, radang usus buntu, pankreatitis, dan lainnya. Dan hal ini pastinya harus mendapatkan diagnosis yang ditegakkan dengan akurat supaya dapat diobati dengan lebih tepat.

Keberadaan dari batu empedu didalam kandung empedu yang ukurannya besar atau juga kecil biasanya tidak akan menunjukkan suatu gejala yang khas. Tetapi jika batu empedu ini keluar dari dalam kandung empedu dan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada saluran empedu, saluran hati, serta saluran penkreas, yang kemudian akan menyebabkan berbagai komplikasi yang sangat serius.

Obat Batu Empedu Alami

Obat Batu Empedu Alami

Salah sjatu bentuk komplikasi dari batu empedu adalah terjadinya peradangan dibagian kandung empedu. Dan jika hak ini terjadi, maka penderita akan merasakan rasa sakit yang luar biasa dibagian perut kanan atas. Dan jika mendapatkan tekanan atau juga perut ditepuk, maka rasa sakit yang muncul akan semakin lebih hebat.

Pada akhirnya, hal ini akan membuat si penderita menjadi tidak bisa bergerak banyak. Dan akan mengalami demam. Supaya bisa mengatasinya, maka dokter akan memberikan obat antibiotik dan obat untuk membantu menghilangkan rasa nyeri yang bisa diminum selama beberapa hari. Tetapi, berbeda halnya jika muncul gangren yang penyebabnya adalah karena peradangan akut dibagian kandung empedu dan tidak mendapatkan pengobatan. Gangren yang muncul ini akibat peradangan yang terjadi di kandung empedu sehingga akan menghentikan darah yang masuk menuju ke kandung empedu. Pada akhirnya, jaringan yang ada didalam dinding kandung empedu ini lama kelamaan akan mengalami kerusakan dan akan beresiko pada kematian. Infeksi yang muncul bisa merobek, membuat lubang, dan memecahkan kandung kemih. Pastinya kondisi seperti ini adalah kondisi yang dapat mengancam jiwa Anda.

Dan selain itu juga, kondisi seperti ini akan memicu kandung empedu untuk mengeluarkan darah. dalam kondisi ini gejala yang muncul adalah nyeri dibagian perut yang terasa sangat luar biasa, dan batu empedu juga dapat mengjalangi atau akan memasuki usus kecil. Biasanya gejala ini banyak dialami oleh mereka yang usianya sudah 65 tahun ke atas. Dan kondisi seperti ini harus mendapatkan penanganan dengan segera.

Jika keluhan dan gejala tidak membaik, maka infeksi yang terjadi juga akan semakin parah. Dan biasanya tindakan yang diberikan adalah melakukan operasi dengan tujuan untuk membuka dan juga mengeringkan saluran empedu. Resiko fatal yang terjadi adalah penyakit gagal ginjal, abses, serta penyakit sirosis hati.

Untuk membantu mengatasi penyakit batu empedu, maka Anda bisa membuat sendiri dirumah obat batu empedu alami seperti dibawah ini :

  1. Daun sirsak
    Obat batu empedu alami yang pertama adalah daun sirsak. Banyak orang yang sudah mengenal daun sirsak banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal yang dapat membantu mengobati berbagai macam penyakit. Kandungan senyawa fitokimia yang tinggi dialamnya mempunyai peranan untuk membantu menstabilkan kesehatan tubuh Anda. Dan juga bisa dijadikan sebagai obat batu empedu alami. Menurut penelitian yang dilakukan, kandungan senyawa fitokimia didalamnya mengandung senyawa kimia yang baik seperti annocatacin , acetogenins, annohexocin, acid, caclourine, dan lainya. Yang bisa dijadikan sebagai obat batu empedu alami.
  2. Temulawak
    Obat batu empedu alami yang selanjutnya adalah temulawak. Kandungan yang ada didalam temulawak adalah kandungan miyak atsiri yang bisa berperan baik dalam membantu mengobati penyakit batu empedu secara alami. dan adapun kandungan minyak atsiri didalamnya yang dapat dijadikan sebagai cholagum dengan khasiat serta manfaatnya yang dapat membantu menstimulasi proses dari pengeluaran cairan didalam batu empedu.
    cara membuat obat batu empedu alami ini adalah dengan 30 gram temulawak dan 500 ml air. Setelah itu dikupas kulit temulawak, kemudian cuci, iris temulawak kecil-kecil. Dan direbus dengan air tersebut sampai mendidih. Diamkan sampai air yang tersisa hanya 200 ml air saja, dan kemudian angkat serta saring air rebusan tadi. Kemudian sajikan jika masih hangat minumlah 1 kali sehari dengan teratur.
  3. Mengkudu
    Obat batu empedu alami selanjutnya adalah mengkudu. Khasiat dan manfaat mengkudu dalam membantu menyembuhkan dan juga menghancurkan batu empeu. Karena kandungan senyawa baik yang ada didalamnya dapat membantu mengobati berbagai macam penyakit. Anda bisa membuatnya sebagai jus mengkudu atau juga mengonsumsinya dalam bentuk produk herbal yang saat ini banyak dijual.

Itulah informasi mengenai obat batu empedu alami, semoga informasi obat batu empedu alami ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Obat Batu Empedu Alami

Posted in Batu Empedu | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Batu Empedu Parah

Penyakit Batu Empedu ParahEmpedu adalah salah satu bagian tubuh yang berbentuk cairan didalam kantung empedu dengan fungsinya sebagai sistem pencernaan lemak. Dan jika cairan tersebut mengalami pengerasan, maka akan membentuk batu empedu. Ukuran dari batu empedu sendiri bermacam-macam. Ada yang kecil yang bentuknya seperti butiran pasir, dan bahkan ada juga yang ukurannya sebesar bola pingpong. Jumlah dari batu yang ada didalam kantung empedu juga sifatnya bervariasi. Misalnya adalah orang yang mempunyai satu buah batu dan ada juga yang lebih.

 

Penyakit Batu Empedu Parah

Penyakit Batu Empedu Parah

Penyebab dari batu empedu diduga karena adanya pengerasan kolesterol yang mengalami penimbunan  didalam cairan empedu. Hal ini disebabakn karena adanya suatu ketidakseimbangan antara kolesterol serta senyawa kimia yang ada didalam cairan tadi. Dan umumnya, batu empedu tidak menimbulkan rasa sakit, jadi tidak membutuhkan penanganan dengan khsuus. Namun, jika batu empedu ini mengakibatkan penyumbatan saluran kantong empedu, maka biasanya penderita akan mengalami rasa sakit dibagian kanan perut yang datang dengan mendadak atau dalam dunia kedokteran disebut dengan istilah kolik bilier.

Penyakit Batu Empedu

Beberapa faktor pemicu penyakit batu empedu parah adalah :

  1. Usia
    Resiko dari penyakit batu empedu parah biasanya akan bertambah seiring dengan usia yang semakin bertambah. Penyakit batu empedu parah ini biasanya sering terjadi pada mereka yang usianya diatas 40 tahunan.
  2. Jenis kelamin
    Resiko dari wanita untuk bisa terkena penyakit  batu empedu parah biasanya 2 kali lebih tinggi daripada resiko pria.
  3. Efek dari melahirkan. Wanita yang sudah pernah melahirkan biasanya mempunyai resiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit batu empedu parah. Kemungkinan penyebabnya adalah karena kadar kolesterol yang mengalami peningkatan sebagai salah satu bentuk perubahan hormon yang terjadi pada wanita selama mereka sedang hamil.
  4. Pengaruh berat badan. Resiko akan lebih tinggi lagi jika seseorang mengalami masalah obesitas atau kelebihan berat badan.

Penyakit batu empedu parah biasanya akan mengakibatkan terjadinya penyumbatan di saluran empedu atau juga pindah ke sistem pencernaan. Hal ini biasanya akan menyebabkan timbulnya komplikasi yang serius.

  1. Radang kantong empedu akut
    Penyakit radang kantong empedu akut atau kolesistitis biasanya akan terjadi saat cairan empedu yang tertimbun didalam kantong empedu terdapat batu empedu yang mengalami sumbatan di saluran cairan tadi. Gejala yang muncul adalah sakit pada bagian perut atas yang akan menjalar menuju ke tulang belikat, mengalami demam tinggi, dan juga detak jantung yang cepat.
  2. Abses kantong empedu
    Nanah yang kadang juga bisa saja muncul didalam kantong empedu sebagai suatu dampak negatif dari reaksi yang sangat parah. Dan jika hal ini terjadi, maka penanganan yang dilakukan dengan pemberian obat antibiotik tidak cukup dan nanah harus disedot.
  3. Peritonitis
    Peritonitis merupakan suatu kondisi dari terjadinya peradangan pada lapisan perut disebelah dalam yang lebih dikenal dengan istilah peritoneum. Komplikasi ini terjadi sebagai suatu dampak dari pecahnya kantong empedu yang mengalami peradangan dengan parah.
  4. Penyumbatan di saluran empedu
    Saluran empedu yang mengalami sumbatan oleh batu akan menyebabkan saluran ini akan lebih rentan untuk terserang bakteri dari penyebab infeksi. Dan komplikasi ini biasanya bisa ditangani dengan cara pemberian obat antibiotik serta prosedur kolangiopankreatografi retrogard endokskopik atau ERCP. Gejala dari infeksi ini yang umum muncul adalah sakit dibagian perut atas dan akan menjalar menuju ke tulang belikat, sakit kuning, mengalami demam tinggi, bahkan linglung atau gelisah.
  5. Pankreatitis akut
    Penyakit batu empedu parah yang lainnya akan menimbulkan komplikasi lain seperti pankreatitis akut. Pankreatitis akut adalah salah satu bentyk komplikasi yang terjadi jika batu empedu tersebut keluar dan juga mengalami sumbatan di saluran pankreas. Dan peradangan pankreas akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dibagian tengah perut. Rasa sakit ini juga lama kelamaan akan semakin parah dan pada akhirnya akan menjalar ke daerah punggung. Terutama disaat setelah makan. Selain gejala sakit perut, pankreatitis sebagai salah satu akibat dari penyakit batu empedu parah. Dan diantaranya adalah penyakit diare, nafsu makan menurun, mual dan muntah, demam tinggi serta mengalami sakit kuning.
    Tubuh akan menunjukkan posisi bungkuk atau meringkuk yang kemungkinan akan membantu dalam meringankan sakit perut sebagai akibat dari pankreatitis akut. Dan komplikasi lainnya yang tidak bisa disembuhkan dengan cara media khusus. Tujuan dari penanganan yang dilakukan bukan hanya membantu menopang fungsi tubuh hingga peradangan mereda sendiri. Dan perawatan di rumah sakit yang biasanya dilakukan adalah sekitar 1 minggu sebelum kemudian pasien di izinkan pulang.
  6. Kanker kantong empedu
    Penyakit batu empedu parah juga bisa menimbulkan masalah peyakit kanker. Pada penderita penyakit batu empedu biasanya mempunyai resiko yang lebih besar untuk terkena karena penyakit kantong empedu. Dan mesi begitu, kemungkinan kasusnya juga jarang terjadi, bahkan pada mereka yang mempunyai gen resiko penyakit kanker sekalipun. Operasi pengangkatan yang dilakukan pada kantong empedu dianjurkan supaya bisa membantu mencegah penyakit kanker. Apalagi jika Anda mempunyai suatu tingkat kalsium yang lebih tinggi didalam kantong empedu tersebut. Dan gejala penyakit kanker ini biasanya hampir mirip dengan penyakit batu empedu.

Penyakit Batu Empedu Parah

Posted in Batu Empedu | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Batu Empedu

sakit batu empeduBatu empedu berbentuk lingkaran, oval, atau facet ditemukan pada salurqan empedu. Batu empedu mengandung kolesterol , kalsium bikarbonat, kalsium bilirubinat, atauu gabungan elemen-elemen ini. Batu empedu sering dijumpai dan tidak semua nyeri pada ultrasonografi merupakan batu empedu. Suatu episode ikterus obstruktif, gangguan tes fungsi hati atau pancreatitis akut atau dilatasi duktus biliaris komunitas pada ultrasonografi menunjukkan adanya batu duktus biliaris komunis. Serangan pancreatitis akut, kolangitis, atau ikterus obstruktif biasanya merupakan indikasi kolesitektomi profilaksis.  Sebagian besar batu empedu mengandung kolesterol, dan sekresinya uang berlebihan ke dalam empedu diduga menjadi faktor utama dalam pembentukan penyakit batu empedu. Endapan empedu yang mungkin meningkat selama kehamilan, meripakan precursor penting batu empedu dan terbentuk pada sekitar 30% wanita hamil. Pada banyak kasus, endapan ini lenyap dalam satu tahun pasca[artum. Setelah trisemester pertama, baik volume kandung empedu selama puasa dan volume Kristal kolesterol, suatu penyebab terbetuknya batu empedu kolesterol. Temuan-temuan ini menunjang pandangan bahwa kehamilan meningkatkan resiko batu empedu.

Penyakit batu empedu dapat bermanifestasi sebagai kolesistis akut, kolik empedu, ikterus, dan pancreatitis akut. Kolesistitis akut biasanya terjadi jika terdapat obstuksi duktus sistikus. Infeksi bakteri berperan dalam sebagian besar inflamasi akut ini. Pada lebih dari separuh pasien dengan kolesistitis akut terdapat riwayat nyeri kuadran kanan atas akibat kolelitiasis. Pada penyakit batu empedu akut nyeri disertai anoreksia, mual, muntah demam ringan, dan leukosistosis ringan. Ultrasonografi dapat digunakan untuk melihat batu hingga sekecil 2 mm. pemeriksaan ultrasound memastikan batu empedu pada hampir 90 persen pasien.

Kolesistitis akut selama kehamilan atau masa nifas pada awalnya ditangani seperti pada penanganan untuk wanita tidak hamil. Meskipun kolesistitis akut berespons terhadap terapi medis, pendapat yang disepakati saat ini adalah bawah kolesistektomi dini diindikasikan. Pada kasus akut, pasien mendapat terapi medis berupa pengisapan nasogastrik, cairan intravena dan antimikroba, dan analgesic sebelum menjalani terapi bedah.  Umumnya wanita yang telah menjalani kolesistektomi selama kejamilan karena kolesistitis akut atauu kolelitiasis disertai kolik empedu akan membaik, sebaiknya lenbih dari 50 persen pasien yang ditanangi secara medis mengalami kekambuhan gejala selama kehamilan. Kelompok yang terakhir ini sering kali perlu rawat-inap berulang kali karena kolesistitis mengalami angka kekambuhan yang tinggi selama kehamilan dan jika hal itu terjadi pada tahap lanjut gestrasi kemungkinan persalinan premature lebih tinggi dan secara teknis kolesistektomi menjadi lebih sulit.

Penyakit batu empedu memperlihatkan variasi genetika dan lingkungan juga. Kecenderungan membentuk batu empedu bisa sejalan dalam keluarga.  Cara merawat dan pantangan dalam penyakit batu empedu adalah :

  1. Kurangi makanan berlemak untuk mencegah serangan.
  2. Hindari makanan yang digoreng, daging kambing, daging babi, bumbu-bumbu yang merangsang, dan makanan yang kadar gulanya tinggi.
  3. Hindari makanan yang menimbulkan gas, seperti kol, sawi, lobak, mentimun, ubi, nangka, durian, serta minuman yang mengandung soda dan alcohol.

 

Posted in Batu Empedu | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Bahaya Batu Empedu

Biliary colic merupakan gejala yang paling umum dari batu-batu empedu, namun gejala dari biliary colic dapat hilang dengan sendirinya. Penyakit apapun pastinya menimbulkan faktor resiko terhadap timbulnya penyakit lain. Tak terkecuali bagi penyakit batu empedu ini yang juga memiliki faktor resiko penyakit komplikasi, seperti :

1. Cholecystitis

Cholecystitis yang merupakan penyakit peradangan dari kantung empedu. Cholecystitis sama halnya dengan biliary colic yang juga disebabkan oleh halangan atau adanya hambatan yang datang tiba-tiba dari saluran-saluran oleh suatu batu empedu yang biasanya disebut dengan saluran cystic.

Gejala yang dirasakan dari Cholecystitis ini adalah rasa sakit atau nyeri yang begitu hebat dirasakan pada bagian perut kanan atas. Peradangan yang mulai meluas melalui dinding kantung empedu dan perut kanan bagian atas menjadi sangat sensitif apabila mendapat penekanan atau perut ditepuk.

Seseorang yang mengalami komplikasi batu empedu ini cenderung lebih banyak terbaring diam tidak mampu bergerak, terkadang disertai demam, peningkatan jumlah sel darah putih yang kemudian mengalami peradangan dan infeksi.

Pengobatan yang paling sering dilakukan adalah dengan pemberian obat antibiotik penghilang rasa sakit yang akan hilang dalam kurun waktu beberapa hari.

2. Cholangitis

Cholangitis yakni suatu keadaan dimana empedu didalam saluran-saluran common, hepatik dan intrahepatik akan mengalami infeksi. Infeksi ini akan mulai menyebar pada saluran-saluran di dinding usus kecil setelah saluran empedu terhalang oleh batu empedu. Gejala yang terjadi apabila seseorang mengalami komplikasi batu empedu Cholangitis sama dengan gejala pada cholecystitis.

3. Gangrene

Gangrene dari kantung empedu terjadi karena peradangan yang diakibatkan dari cholecystitis yang memutuskan penyediaan darah ke kantung empedu. Tanpa pasokan darah yang cukup jaringan-jaringan yang ada di dalam dinding kantung empedu akan mati. Fatalnya yang akan terjadi adalah infeksi ini akan merobek dan memecahkan kantung empedu.

4. Jaundice

Jaundice merupakan suatu kondisi dimana bilirubin terakumulasi di dalam tubuh.

Bilirubin yang berwarna hitam kecokelatan namun kuning tidak pekat. Apabila bilirubin semakin meningkatkan jumlahnya maka akan terjadi penumpukan dalam tubuh yang dapat merubah pigmen atau warna kulit menjadi kuning sama halnya dengan penyebab dari hepatitis.

Jaundice terjadi akibat saluran empedu yang mengalami sumbatan karena adanya batu empedu di sepanjang saluran empedu dan kemungkinan adanya tumor-tumor yang terjadi di sepanjang saluran empedu atau jaringan sekelilingnya yang saling berkontribusi dengan batu empedu.

Posted in Batu Empedu | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Askep Batu Empedu

Penyakit batu empedu yang kebanyakan melanda para wanita dibanding pria. Di negara Amerika, Eropa dan Kanada hampir 20 % dari total populasi penduduk di negara masing-masing diketahui memiliki resiko penyakit batu empedu.


Batu empedu memiliki tipe atau 2 jenis batu empedu yang sebagian besar dibentuk akibat kadar kolesterol yang tinggi, seperti :

1. Batu-batu empedu kolesterol

Batu empedu kolesterol terbuat dari bahan utama yakni kolesterol yang berada dalam tubuh dan merupakan pembentuk batu empedu yang sering ditemui, karena hampir kurang lebih 80 % kolesterol berlebih yang dalam tubuh membentuk batu empedu dan paling banyak terjadi pada wanita Eropa dan Amerika yang juga didasari oleh gaya hidup dan konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh.

Kolesterol yang merupakan suatu senyawa yang dikeluarkan oleh sel-sel hati kedalam empedu. Dikeluarkannya kolesterol dengan alasan sebagai cara penting untuk melindungi organ hati dan mengurangi dari kadar kolesterol yang berlebih di dalam tubuh.

Organ hati juga mengeluarkan 2 bahan pembersih atau detergen yakni asam-asam empedu dan lecithin kedalam empedu. Apabila organ hati terlalu banyak mengeluarkan kolesterol untuk jumlah asam-asam empedu dan lecithin yang ia keluarkan dan beberapa kolesterol tidak akan dengan mudah larut begitu saja. Sama halnya jika organ hati tidak cukup untuk memproduksi dan mengeluarkan asam-asam empedu dan lecithin, maka kolesterol juga tidak akan larut.

Kolesterol yang tidak larut kemudian akan menempel secara bersamaan dan kemudian membentuk partikel-partikel kolesterol yang tumbuh dalam ukurannya dan akhirnya akan membentuk batu-batu empedu yang lebih besar.

2. Batu-batu empedu pigmen

Batu empedu pigmen merupakan jenis batu empedu yang paling umum setelah batu kolesterol. Kontribusi batu pigmen ini terbentuk hanya 15 % saja. Batu pigmen juga terbagi menjadi 2 bagian, yakni batu empedu pigmen hitam dan batu empedu pigmen cokelat.

Pigmen adalah suatu sisa pembuangan yang diperoleh dari hemoglobin yakni bahan kimia yang membawa oksigen dalam sel-sel darah merah. Hemoglobin dari sel-sel darah merah yang tua yang dihancurkan dan dirubah dalam bentuk suatu bahan kimia yang disebut dengan bilirubin dan dilepaskan kedalam darah.

Bilirubin yang dikeluarkan oleh tubuh yang berasal dari hati, kemudian organ hal memodifikasi bilirubin dan mengeluarkan bilirubin yang kedalam empedu.

a. Batu-batu empedu hitam

Apabila kadar bilirubin terlalu banyak dalam empedu dan bilirubin berkonjungsi dengan kalsium dan membentuk pigmen (berwarna cokelat tua). Pigmen yang larut secara buruk dalam empedu seperti halnya kolesterol yang tidak mudah larut kemudian akan menempel secara bersama-sama dan membentuk partikel dalam ukuran yang berbeda kemudian akan membentuk batu empedu. Kemudian batu-batu pigmen ini akan mulai mengubah warna menjadi hitam dan keras.

b. Batu-batu empedu cokelat

Batu empedu cokelat terbentuk akibat bakteri-bakteri yang mulai merambah masuk yang berasal dari usus 12 belasa jari, kemudian masuk kedalam saluran-saluran empedu dan kantung empedu dan bilirubin yang telah diubah bergabung dengan kalsium membentuk pigmen.

Kemudian pigmen akan bergabung dengan lemak-lemak dalam empedu (kolesterol dan asam-asam lemak dari lecithin) yang kemudian membentuk partikel yang menyusun terbentuknya batu empedu. Tipe batu yang demikian disebut dengan batu empedu cokelat. Sifat dari batu empedu cokelat ingin lebih lembut dibanding dengan batu empedu hitam yang keras.

Posted in Batu Empedu | Tagged , , , | Leave a comment

Fakta dan Penyebab Batu Empedu

Penyakit batu empedu yang umumnya disebabkan oleh adanya kadar kolesterol yang berlebih di dalam tubuh kemudian membentuk batu empedu. Batu empedu juga terkadang disebut sebagai batu kolesterol karena terbentuk kurang lebih dari kolesterol lebih dalam tubuh.

Kantung empedu yang bertugas untuk menampung penyerapan vitamin A, E dan K serta zat yang diproduksi oleh organ hati sama halnya dengan kolesterol yang 80 % dihasilkan dari organ hati secara alami.

Organ hati yang mengeluarkan kolesterol kedalam empedu merupakan salah satu cara penting yang dilakukan hati untuk mengurangi jumlah kolesterol lebih dalam tubuh.

Agar empedu dapat membawa kolesterol, kolesterol harus dilarutkan di dalam empedu. Kolesterol yang merupakan suatu komponen lemak dan empedu merupakan suatu larutan yang encer atau berair, sehingga lemak-lemak tersebut tidak dapat larut dalam air dengan mudah.

Fakta seputar penyakit batu empedu, adalah :

1. Lebih dari 12 % populasi umum dewasa menderita penyakit batu empedu. Proporsi wanita 2-3 kali lebih banyak dibandingkan pria.

2. Lebih dari 80 % pasien yang menderita batu empedu tidak memperlihatkan gejala sama sekali. Batu diketahui secara kebetulan pada saat menjalani pemeriksaan tahunan atau keluhan lain yang tidak berhubungan dengan adanya batu empedu (biasanya keluhan gangguan lambung).

3. Lebih dari 90 % batu empedu adalah batu kolesterol (komposisi lebih dari 50 % kolesterol) atau bentuk campuran (20-50 % berunsurkan kolesterol) dan sisanya yang 10 % adalah batu pigmen (unsur kalsium dominan dan kolesterol kurang dari 20 %).

4. Pemeriksaan standar untuk mengetahui adanya batu empedu adalah ultrasonografi. Tingkat akurasi pemeriksaan ini 95 %.

Posted in Batu Empedu | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment