Batu Empedu

Penyakit batu empedu ternyata sudah dikenal sejak zaman Babylonia, kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi. Hal ini diketahui melalui muni yang diidentifikasi memiliki batu empedu. Pada abad ke -14 seorang dokter dari Italia, Gentile de Foligna untuk pertama kalinya memaparkan batu empedu pada pasien pria.

batu-empedu

Batu empedu bukanlah penyakit baru. Hanya saja dengan semakin majunya teknologi kedokteran, penyakit batu empedu semakin mudah diungkap. Pasien batu empedu ternyata sangat banyak. Misalnya, di negara Amerika Serikat, sekitar 12% penduduk dewasa atau sekitar 20 juta jiwa menderita batu empedu. Dari jumlah tersebut, pasien wanita tiga kali lebih banyak dibandingkan pria. Setiap tahun, sekitar 1 juta pasien batu empedu baru ditemukan. Setiap tahun, 500.000 pasien batu empedu baru ditemukan. Setiap tahun, 500.000 pasien batu empedu menjalani operasi pengangkatan batu empedu (kolesistektomi laparoskopi) dengan total biaya sekitar 4 triliyun dollar.

Di Eropa dan Amerika Utara, angka kejadian batu empedu 15%. Di Inggris, berdasarkan penelitian menggunakan USG, dilaporkan ada 6,9 – 8% populasi dewasa yang menderita batu empedu. Hal in berarti ada 4,1 juta pasien batu empedu. Jumlah pasien batu empedu di Indonesia belum diketahui karena belum ada studi mengenai hal tersebut.

Dilaporkan bahwa dari 11.840 otopsi, ditemukan 13,1 % pria dan 33,7% wanita menderita batu empedu. Artinya, wanita mempunyai potensi menderita batu empedu 2,6 kali lebih banyak dibandingan pria. Ada beberapa faktor risiko yang memudahkan seseorang terkena penyakit batu empedu di kemudian hari. Antar lain : umur, faktor genetik, kegemukan, diet tinggi lemak-rendah serat, kehamilan, peningkatan kadar lemak darah, penyakit kencing manis dan obat penurun lemak (misalnya clofibrate).

Semakin meningkat usia seseorang, semakin besar risikonya untuk mengidap batu empedu. Batu empedu jarang ditemukan pada seseorang dengan usia kurang dari 20 tahun. Di Inggris, pada kelompok usia 30 tahun angka kejadian batu empedu tidak sampai 5%. Seiring dengan peningkatan umur, pada kelompok usia 70 tahun angka kejadiannya mencapai 30%. Batu empedu tidak biasa ditemukan pada orang yang berusia kurang dari 20 tahun (1%), lebih sering dalam kelompok usia 40-60 tahun (11%) dan ditemukan sekitar 30 % pada orang yang berusia di atas 80 tahun.

Batu empedu memperlihatkan vairasi genetika dan lingkungan juga. Kecenderungan membentuk batu empedu bisa berjalan dalam keluarga. Empedu yang disupersaturasi dengan kolesterol bertanggung jawab bagi lebih dari 90% batu empedu. Sebagian besar batu empedu merupakan batu kolesterol campuran yang mengandung paling sedikit 75% kolesterol berdasarkan berat serta dalm variasi jumlah fosfolipd, pigmen empedu, senyawa organik dan inorganik lain.

 


=====================================

>>> Kapsul Kumis Kucing Obat Herbal Alami Membantu Meluruhkan Batu Urine, Batu Empedu, Mencegah Pengendapan Batu Ginjal Serta Mengatasi Radang Saluran Kemih, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Batu Empedu and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>